Perbedaan Hari Awal Puasa Membuat Umat Muslim Menjadi Sinis

Awal Puasa dan Lebaran Jangan Berbeda lagi Key...

Semakin tahun semakin banyak hal yang berbeda dalam menjalankan ibadah puasa, terutama dalam pelaksanaan hari awal puasa, tak ayal dari perbedaan ini menimbulkan sedikit atau banyak perpecahan dari umat muslim yang bergolongan atau organisasi / aliran,sering perbedaan hari awal puasa ini umat muslim menjadi sinis dari muslim satu kemuslim lain yang berbeda organisasi, ini sangat tidak baik,padahal pada dasarnya hari awal penetapan bulan puasa itu memiliki cara sendiri - sendiri, semuanya baik menurut keyakinannya masing - masing, yang sangat tidak baik yaitu yang tidak melaksanakan ibadah puasa, tapi ikut - ikutan menggunjing satu dan yang lainnya, itulah yang dinamakan dajjal modern.
Dari perbadeaan pendapat sesama muslim seharusnya kita mempunyai acuan dan pola fikir yang baik, jangan asal ikut - ikutan, baik ikut ketua, ataupun orang yang menurut kita sudah sangat benar, padahal secara umum manusia semua yang ada dimuka bumi ini mempunyai dua sifat yang terkadang oleh pengikunya dianggap tidak mungkin, yaitu sifat salah dan lupa, itulah dua sifat yang sudah Allah tanamkan pada diri manusia, karena tidak ada manusia dimuka bumi ini yang paling sempurna, jadi janganlah selalu apa yang dikatakan oleh ketuanya jangan langsung ditelan mentah - mentah, apalagi yang berbau dengan kedudukan karena itu semua larinya pada politik, apalagi menganggap ketua kita sebagai Wali Allah, itu sangat tidak benar, kewalian orang dimata Islam hanya Allah lah yang tahu, dan tidak ada satupun orang yang mengetahuinya, kecuali orang yang memang telah diberi hidayah oleh Allah.

Wajib mentaati para pemimpin dalam hal yang bukan maksiat dan haram mematuhi mereka dalam kemaksiatan

Hadis riwayat Ibnu Abbas ra., ia berkata:
Ayat ini turun: Wahai orang-orang yang beriman taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada rasul dan kepada ulil amri (pemimpin) di antara kamu berkenaan dengan Abdullah bin Hudzafah bin Qais bin Adi As-Sahmi, yang diutus Nabi saw. dalam suatu pasukan perang. (Shahih Muslim No.3416)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Nabi saw. beliau bersabda: Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku. (Shahih Muslim No.3417)

Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
Dari Nabi saw. beliau bersabda: Kewajiban seorang muslim adalah mendengar dan taat dalam melakukan perintah yang disukai atau pun tidak disukai, kecuali bila diperintahkan melakukan maksiat. Bila dia diperintah melakukan maksiat, maka tidak ada kewajiban untuk mendengar serta taat. (Shahih Muslim No.3423)

Komentar

Postingan Populer