Duka menyelimuti Panampuang


Minggu, 31 Maret 2013

Kebakaran hebat terjadi di Koto Ranah, Kanagarian Panampuang


AGAM — Kebakaran hebat terjadi di Koto Ranah, Kanagarian Panampuang, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam Sabtu malam (30/3) pukul 23.00 WIB. Akibat kebakaran tersebut, satu orang pemuda, Hendra (25) penghuni rumah ini ditemukan tewas di dalam rumah. Berbagai macam informasi beredar terkait tewasnya pemuda yang mengalami gangguan kejiwaan tersebut, ada yang menyebut korban membakar diri, ada juga tersiar kabar kalau korban terbakar saat tertidur pulas.Menurut informasi, saat kejadian korban sedang berada sendirian di rumah semi permanen tersebut. Ibu korban, Nurjanis (65) tidur di rumah kakak korban yang berada di seberang rumah yang sudah ludes menjadi abu ini. Salah satu penyebab Nurjanis pindah tidur ke rumah kakak korban, karena korban sepekan terakhir ini kondisi kejiwaanya sering tidak stabil, sehingga sering mengamuk. Walaupun masih dalam tahap pemulihan dengan mongkonsumsi obat rutin.“Memang almarhum beberapa hari ini emosinya sering meledak-ledak, sehingga dikhawatirkan akan berbuat yang di luar dugaan, oleh sebab itulah ibunya juga pindah tidur ke tempat kakak korban. Namun almarhum dalam bermasyarakat masih terus berjalan, hanya dalam waktu waktu tertentu saja emosinya yang tidak terkontrol,” sebut Camat IV Angkek, Endrizal yang langsung turun ke TKP begitu mengetahui kejadian tersebut.Disebutkan oleh Endrizal, sebelumnya korban juga sudah beberapa kali dirawat di rumah sakit jiwa Padang. Korban juga dikenal perokok berat.Sehingga beredar juga kabar, kalau sebelum kejadian, korban sedang merokok. Akibat tertidur pulas, bisa jadi api menjalar sehingga korban tidak sempat menyelamatkan diri. Sebab korban dalam sehari bisa menghabiskan hingga dua bungkus rokok. Di sisi lain, beredar juga informasi di TKP, kalau korban sengaja membakar diri karena kondisi kejiawaannya saat itu tidak stabil atau mengamuk.“Saat kejadian menurut keterangan masyarakat di sekitar TKP tidak terdengar jeritan, jadi diduga korban tertidur saat terjadi kebakaran, namun asal api menurut saksi berasal dari arah belakang bangunan, di mana korban sering tidur-tiduran di bagian belakang rumah,” ungkapnya.Dikatakan oleh Endrizal, sesuai arahannya, setelah dilakukan pertemuan dengan perangkat nagari setempat usai kejadian yang sempat menggemparkan warga setempat, maka disepakati bahwa keluarga korban yang sudah tidak memiliki rumah untuk bernaung akibat kebaran tersebut, dalam waktu dekat akan dilakukan program “bedah rumah”. Untuk sementara semen 10 sak serta 10 ribu bata setelah kejadian sudah terkumpul.Ketika dilakukan pemadaman api, awalnya pihak keluarga korban tidak mengetahui kalau korban sudah tewas terbakar, namun karena korban tidak kunjung diketahui keberadaannya, maka setelah dilakukan pencarian diantara reruntuhan puing, hingga menurut Dodi, salah seoarang petugas pemadam kebakaran, jasad korban ditemukan di bagian belakang bangunan didepan kamar mandi rumah tersebut.Sementara dari Kapolsek Canduang AKP Rita, walapun beredar informasi penyebab kebakaran ini karena adanya aksi bakar diri, semua itu masih dalam penyelidikan pihaknya. Menurut polisi kerugian ditaksir Rp50 juta.

Komentar